Bumikan Visi ‘Activistpreneur’. Ketum KNPI & OKP Keagamaan Sepakati Berdayakan Potensi Ummat

POLITIK

Jaakrta – Sejumlah Organisasi Kemasyarakan Pemuda (OKP) berbasis masa keagamaan di tingkat pusat antara lain PP Pemuda Muhammadiyah, PP Pemuda Katolik, Peradah, Gemabudhi, BKPRMI, PP GPI, Ikatan Sarjana Al-Washliyah dan didukung GAMKI, GP Ansor serta Gemakhu menggelar diskusi terbatas M. Ryano Panjaitan (MRP) Ketua Umum Terpilih Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) 2022-2025 di Restoran Madame Delima, Menteng, Jakarta pada Kamis (12/05/2022).

Seperti di ketahui MRP terpilih dalam forum kongres penyatuan Pemuda/KNPI yang di gelar pada 8 – 10 April 2022 di hotel Sultan Jakarta. Forom kongres penyatuan ini di hadiri oleh 191 organisasi Kepemudaan (OKP) tingkat nasional sebagai federasi yang berhimpun di KNPI dan 27 Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI tingkat I dari seluruh Indonesia. Jumlah ini adalah 90 persen OKP tingkat nasional dan 90 persen DPD KNPI tingkat provinsi sehingga memiliki legitimasi yang sangat kuat dari akar rumput OKP dan DPD KNPI.

Dalam diskusi ini beberapa tema penting terkait pengembangan potensi kepemudaan antara lain digitalisasi potensi pemuda lintas agama dalam memberdayakan dan mendorong kesejahteraan umat dan bangsa.

Selain itu juga di bahas soal Penguatan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di basis-basis umat yang menjadi kunci dalam memajukan negara.

“Penguatan ekonomi dan digitalisasi potensi pemuda lintas agama menjadi potensi menaikkan prosentase wirausaha (entrepreneur) Semakin besar prosentase wirausaha maka kemajuan negara lebih cepat tercapai”, ujar Ryano sapaan akrabnya dalam keterangannya yang di himpun redaksi, Kamis (12/5/2022).

Menurut Ryano, strategis berbasis umat bersama OKP keagamaan menjadi bagian dari merealisasi Visi Activistpreneur yang diusungnya. KNPI dan OKP Keagamaan harus memiliki nilai tambah.

Pertemuan itu juga sepakat akan mendorong ekonomi digital dalam bentuk platform sebagai fase lanjutan dari kampanye toleransi.

Jadi kampanye toleransi harus berdampak bagi kesejahteraan umat sekaligus membantu negara mengentaskan kemiskinan di basis-basis umat

“Kampanya toleransi harus membumi, toleransi tidak sekedar retorika dan ritual seremoni. Sebab menurut data Bappenas, kantong-kantong kemiskinan lekat dengan basis-basis umat”, tegas pemuda lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.