
gpnindonesia.com, NGAWI, _WEnergy Global resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berkapasitas 830 kilowatt peak (kWp) di fasilitas manufaktur PT GFT Indonesia Investment, produsen mainan global terkemuka yang menjadi salah satu investasi industri terbesar di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Proyek ini menandai langkah strategis dalam mendorong percepatan transisi energi bersih di sektor industri nasional.
PLTS atap tersebut dipasang di atap fasilitas manufaktur PT GFT Indonesia Investment dan diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 1.195.268 kilowatt hour (kWh) energi bersih pada tahun pertama operasinya. Dengan kapasitas tersebut, sistem ini diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga 864 metrik ton CO₂ per tahun, sekaligus meningkatkan ketahanan energi dan efisiensi biaya operasional perusahaan.
CEO WEnergy Global, Atem S. Ramsundersingh, menyatakan bahwa proyek ini merupakan wujud nyata komitmen jangka panjang WEnergy Global dalam menghadirkan solusi energi berkelanjutan yang dapat diterapkan secara luas di sektor komersial dan industri.
“Kemitraan ini mencerminkan komitmen kami untuk mendukung transisi energi industri Indonesia. PLTS atap ini diperkirakan dapat menggantikan sekitar 25 hingga 30 persen dari total kebutuhan energi fasilitas manufaktur, sehingga memberikan penghematan biaya yang signifikan sekaligus manfaat lingkungan,” ujar Atem.
Ia menjelaskan, WEnergy Global juga telah menyiapkan rencana pengembangan lanjutan. Pada pertengahan 2026, kapasitas PLTS di fasilitas tersebut ditargetkan bertambah 570 kWp, sehingga total kapasitas terpasang mencapai 1.400 kWp.
Keberhasilan proyek ini tidak terlepas dari proses pembangunan yang efisien, mulai dari tahap perizinan hingga pengoperasian dalam waktu relatif singkat. Hal tersebut, menurut Atem, menunjukkan kesiapan WEnergy Global dalam menghadirkan infrastruktur energi terbarukan yang andal dan berdampak nyata bagi industri di Indonesia.
“Proyek ini merupakan bagian dari portofolio WEnergy Global yang terus berkembang di Indonesia. Saat ini kami tengah mengembangkan berbagai aset energi terbarukan di berbagai tahap untuk menjawab meningkatnya kebutuhan energi bersih dari mitra industri yang berorientasi pada keberlanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur PT GFT Indonesia Investment, Tang Guangrong, menegaskan bahwa pemanfaatan PLTS atap ini bukan sekadar peningkatan infrastruktur energi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan.
“Inisiatif ini mencerminkan komitmen jangka panjang GFT dalam merangkul teknologi hijau dan memperkuat praktik bisnis berkelanjutan. Kolaborasi dengan WEnergy Global menunjukkan potensi besar yang dapat dicapai ketika perusahaan memiliki visi yang sama dalam keberlanjutan dan inovasi,” ungkap Tang.
Melalui proyek PLTS atap ini, WEnergy Global menegaskan fokusnya dalam mengoptimalkan atap industri sebagai aset energi produktif yang mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon.
“Kami bangga dapat bermitra dengan pelaku industri global seperti PT GFT Indonesia Investment untuk membangun masa depan industri Indonesia yang lebih berkelanjutan, efisien, dan tangguh,” tutup Atem.
Penulis: Asep B
