
gpnindonesia.com, NGANJUK – Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Baong #4 Bhayangkara Adhyaksa Offroad 2026 yang diinisiasi Kejaksaan Negeri Nganjuk bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga otomotif, tetapi juga mampu mempererat kolaborasi antarlembaga sekaligus memperkenalkan destinasi wisata yang dimiliki Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dan Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 itu secara resmi dilepas dari kawasan Monumen dr. Soetomo, Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, pada Sabtu (25/7). Sebanyak 250 peserta dengan total 174 kendaraan mengikuti kompetisi yang terbagi dalam dua kelas, yakni kategori Extreme dan Fun.
Tatit Heru Tjahjono menilai sinergi antara Kejaksaan Negeri Nganjuk, Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Polres Nganjuk, TNI, komunitas otomotif, serta unsur Forkopimda lainnya merupakan contoh kerja sama yang patut dipertahankan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar karena dinilai mampu memberikan manfaat bagi promosi daerah, khususnya sektor pariwisata.
“Ajang seperti ini memiliki dampak positif karena selain memperkuat kebersamaan antarinstansi, juga menjadi media efektif untuk memperkenalkan berbagai potensi wisata Kabupaten Nganjuk, terutama jalur-jalur off-road yang menjadi daya tarik tersendiri,” ujar Tatit.
Acara pembukaan turut dihadiri Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Dino Kriesmiardi, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, Ketua Pengadilan Negeri Nganjuk Oki Basuki Rachmat, Sekretaris Daerah Nur Solekan, jajaran Kodim 0810/Nganjuk, Kejari Nganjuk, Polres Nganjuk, komunitas Ngajiro (Nganjuk Jeep Offroad), serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Marhaen Djumadi menyampaikan bahwa kegiatan off-road bukan sekadar sarana menyalurkan hobi maupun menguji kemampuan berkendara di medan ekstrem. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, TNI, dan komunitas otomotif.
Ia juga berharap penyelenggaraan Bhayangkara Adhyaksa Offroad mampu memperkuat citra Kabupaten Nganjuk sebagai salah satu destinasi wisata otomotif yang potensial sehingga berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.
Sebelum peserta memulai perjalanan, perwakilan komunitas Ngajiro mengingatkan seluruh peserta agar selalu mengutamakan aspek keselamatan, menjunjung tinggi sportivitas, serta mematuhi jalur yang telah ditetapkan demi menjaga kelestarian lingkungan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebelum jajaran Forkopimda secara simbolis melepas para peserta menuju lintasan ekstrem bertajuk “Anjuk Ladang”. Etape pertama dimulai dari Monumen dr. Soetomo menuju kawasan wisata Jolotundo Glamping Park di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, yang menjadi lokasi persinggahan sebelum peserta melanjutkan etape berikutnya pada hari selanjutnya. red-adm
