
Gpnindonesia.com, KEDIRI – Keterbatasan sarana dan dukungan fasilitas tidak menghalangi langkah para atlet Stone Camp Panjilaras Kediri untuk menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Sebanyak 17 atlet kick boxing dari camp tersebut sukses membawa pulang 17 medali dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur yang diselenggarakan di THR Mall Surabaya pada 9-11 Oktober 2026.
Dari total 17 atlet yang mengikuti kejuaraan, seluruhnya berhasil meraih medali. Perolehan tersebut terdiri atas 9 medali emas, 4 medali perak, dan 4 medali perunggu. Hasil ini menjadi pencapaian membanggakan sekaligus menunjukkan kemampuan para atlet dalam bersaing di ajang olahraga tingkat Jawa Timur.
Di balik keberhasilan tersebut, terdapat perjuangan yang tidak mudah. Para atlet bersama tim Stone Camp Panjilaras harus menanggung sendiri berbagai kebutuhan selama kejuaraan berlangsung, mulai dari biaya transportasi, penginapan, hingga konsumsi. Mereka juga berangkat menggunakan kendaraan pribadi dan mempersiapkan kebutuhan pertandingan secara mandiri.
Kendati menghadapi keterbatasan, kondisi itu tidak menyurutkan tekad para fighter untuk tetap bertanding. Keinginan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membawa nama Kabupaten Kediri menjadi salah satu motivasi utama mereka mengikuti kejuaraan tersebut.
Perjalanan menuju kompetisi juga diwarnai sejumlah tantangan terkait administrasi dan rekomendasi keikutsertaan. Melalui komunikasi dengan pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri, para atlet akhirnya dapat mengikuti pertandingan dengan membawa nama daerah.
Bagi keluarga besar Stone Camp Panjilaras, keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang untuk terus berkembang. Semangat, kedisiplinan, serta kemauan untuk berjuang menjadi modal penting bagi para atlet dalam membuktikan bahwa mereka memiliki potensi untuk bersaing dan meraih prestasi.
Keberhasilan memborong 17 medali ini sekaligus menjadi capaian positif bagi perkembangan cabang olahraga kick boxing di Kabupaten Kediri. Prestasi tersebut diharapkan dapat mendorong perhatian berbagai pihak terhadap pembinaan atlet, khususnya dalam penyediaan fasilitas, dukungan pendanaan, dan kesempatan mengikuti kompetisi.
Dukungan yang lebih optimal dinilai penting agar para atlet berpotensi dapat terus meningkatkan kemampuan dan meraih pencapaian yang lebih tinggi pada kejuaraan berikutnya.
Prestasi Stone Camp Panjilaras menjadi gambaran bahwa keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga oleh kerja keras, keberanian, disiplin, dan tekad yang kuat. Meski harus berjuang dengan biaya mandiri, para atlet mampu menunjukkan hasil nyata melalui raihan 9 emas, 4 perak, dan 4 perunggu.
Dengan pencapaian tersebut, para fighter Stone Camp Panjilaras Kediri telah memberikan kontribusi positif bagi dunia olahraga daerah sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berprestasi. red-adm
