Home Nasional Nistakan Pribumi. GPII Desak Polisi, Steven Segera Di Tangkap

Nistakan Pribumi. GPII Desak Polisi, Steven Segera Di Tangkap

128
0
SHARE

JAKARTA-GPNews Keberagaman dan Kebhinekaan kembali di uji kedewasaannya dinegeri ini.

Seiring terjadinya penghinaan dan perlakuan terhadap Tuan Guru Bajang (TGB) DR. H. Zainul Majdi selaku Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Wathan (PBNW), ulama besar, hafiz Qura’an, tokoh nasional yang di lakukan oleh oknum tionghia di bandara Singapura pada hari Minggu yang lalu sebagai indon, dasar pribumi, tiko dll.

Tentu perlakuan tersebut tidak boleh dibiarkan walaupun pelakunya sudah meminta maaf akan tetapi akibat perbuatannya harus tetap di usut dan diproses secara hukum. Demikian di sampaikan Sukarya Putra Ketua Bidang Pendidikan dan SDM Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) dalam perbincangan dengan redaksi, Minggu (16/04).

Menurut Putra, sebagai anak bangsa yang menjadi pilar terjaganya Kebhinekaan sangat miris melihatnya karena ini berbahaya terhadap keutuhan NKRI. Ini Steven dengan warga negara Indonesia menghina sendiri bangsanya sebagai ‘tiko’, pribumi, indon padahal dia cari makan, besar, sekolah dan hidup di Indonesia.

“Ini membuktikan bahwa Steven tak pernah merasa dirinya sebagai warga negara yang cinta pada Kbhinekaan dan NKRI karena baginya NKRI hanya tempat perantauaan yang sewaktu waktu akan di tinggalkan setelah di peras”, tegasnya.

Untuk itu sambung Putra, sebagai bagian dari Lintas Generasi Muda Nahdlatul Wathan kami mendesak kepada Kepolisiaan untuj memyelidiki kasus ini demi menghindari gerakan yabg dilakukan sendiri oleh Massa unmat Islam khususnya NW. Kami tidak terima TGB sebagai ulama sekaligud umaro di hina sedemikian rupa oleh cecunguk bernama Steven ini, tegasnya.

Kata Putra, demi tegakkan hukum dan perlakuan yang sama tanpa pandang bulu maka polisi harus segera menangkap Steven dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jangan biarkan negeri ini tercabik-cabik oleh harkat dan martabatnya oleh segelintir minoritas yang tidak pernah berjasa atas berdirinya bangsa ini. Mereka malah merendahkan derajat mayoritas sebagai pendiri republik ini. Demikian Putra yang juga putra daerah asal Lombok ini.(red/gpn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here