Beranda Wisata & Hiburan Kampung Anggrek,Destinasi Wisata Pecinta Puspa

Kampung Anggrek,Destinasi Wisata Pecinta Puspa

950
0
BERBAGI

Meski baru diresmikan, pengunjung Kampung Anggrek di Perkebunan Sumber Sari Petung (SSP) makin diminati masyarakat. Setiap akhir pekan lebih dari seribu pengunjung datang untuk menikmati dan berbelanja berbagai jenis anggrek.

Ny Wiwik (40) asal Blitar tampak serius mengamati koleksi anggrek yang dipajang di green house  Kampung Anggrek. Ada ratusan jenis anggrek yang dipajang untuk sekedar dinikmati oleh pengunjung. Ini merupakan kedatangan Ny Wiwik yang kedua kalinya di Kampung Anggrek.

Usai Lebaran lalu dia bersama koleganya juga datang ke Kampung Anggrek untuk mencari koleksi bunga anggrek terbaru. “Kebetulan saya dan suami senang dengan tanaman anggrek. Ada beberapa koleksi kami di halaman rumah,” ungkap Ny Wiwik.

Diakuinya Kampung Anggrek telah menjadi salah satu rujukan bagi para kolektor anggrek di Indonesia. Apalagi harga jualnya juga tidak terlalu mahal sehingga masih terjangkau kantongnya. “Kami senang dengan bunga anggrek warga terang,” ungkapnya.

Senada dengan Ny Wiwik, Suratman (50) asal Kota Malang juga mengaku mencari bibit anggrek di Kampung Anggrek. “Kalau saya hanya sekedar penggemar bukan kolektor meski di rumah ada beberapa tanaman anggrek,” ungkapnya.

Salah satu koleksi favoritnya jenis dendrobium serta anggrek hutan yang ditangkarkan secara alami. Suratman memuji pengelola Kampung Anggrek yang mampu memanfaatkan peluang bisnis dan wisata di lereng Gunung Kelud.

“Lokasinya sangat tepat dan memungkinkan untuk pengembangan tanaman anggrek. Apalagi lahan dan iklimnya sangat cocok,” tambahnya.

Kampung Anggrek telah menjadi salah satu tujuan wisata baru di kawasan lereng Gunung Kelud. Lokasinya terletak di Dusun Sumberpetung, Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Kampung Anggrek ini telah diresmikan Bupati Kediri dr Haryanti Soetrisno pada awal 2016. Pascaperesmian Kampung Anggrek telah menjadi salah satu tujuan wisata pengunjung yang datang berwisata di Gunung Kelud.

Di lokasi Kampung Anggrek pengunjung dapat melihat koleksi ribuan jenis anggrek yang mulai ditangkarkan atau sekedar berfoto selfie. Ada juga laboratorium kultur jaringan yang diharapkan menghasilkan anggrek unggulan kualitas ekspor.

Menurut Didik Suharyanto, Manajer Kampung Anggrek, saat ini telah memiliki banyak koleksi bunga anggrek yang unik dan langka. Salah satunya adalah Phalaenopsis hybride atau anggrek bulan hybride.

Anggrek ini yang mengalami mutasi sehingga memiliki bentuk yang tidak lazim. Namun demikian justru menambah nilai estetikanya.
Mutasi pada anggrek bulan ini terjadi pada bagian petal atau mahkota bunga. Petalnya menyerupai labellum atau lidah bunga.

Sementara DR Zaenudin, Direktur PT Anugerah Anggrek Nusantara menyebutkan, antusiasme masyarakat yang berkunjung ke Kampung Anggrek sangat luar biasa. Meski masih baru dibuka tapi sudah banyak yang berkunjung.

Data kunjungan wisatawan juga terus mengalami peningkatan. Malahan setiap bulannya ada belasan ribu pengunjung yang datang ke Kampung Anggrek.

Kenaikan kunjungan setiap hari Sabtu dan Minggu mencapai lebih dari 1.000 pengunjung dari berbagai kota di Indonesia. “Transaksinya kalau dirata-rata sekitar Rp 140 juta per bulan,” jelasnya.

Sementara prioritas utama Kampung Anggrek di laboratorium kultur jaringan. Produksi dan pengembangbiakan anggrek dilakukan dengan cara kloning saat ini masih dalam proses.

Ditargetkan pada 2018 sudah bisa dijual, dengan target produksi 1 juta anggrek, bahkan bisa mengimpor. “Kami sudah punya 5.000 bibit sedling kecil dan bibit dalam botol sekitar 15.000. Terbanyak jenis dendrobium,” jelasnya.

Saat ini Kampung Angrek telah memiliki lima green house. Kegiatan yang dilakukan di antaranya pengumpulan koleksi induk anggrek, mengadakan persilangan, aklimatisasi kecambah dan pembuahan.

Kampung Anggrek juga memberikan edukasi kepada pengunjung. Green House dibuka untuk umum, baik pelajar, mahasiswa, dan masyarakat. Berbagai informasi terkait Kampung Anggrek ini bisa diakses masyarakat.

Sumber : suryamalang.tribunnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here